Breaking

Friday, July 17, 2026

July 17, 2026

Lebih dari Kawah Ijen, Banyuwangi Punya Segudang Pesona


Banyuwangi, Juli 2026 — Selama ini, banyak perjalanan ke Banyuwangi dimulai dengan satu tujuan: mendaki Kawah Ijen untuk menyaksikan fenomena blue fire. Setelah itu, sebagian wisatawan melanjutkan perjalanan menuju Bali.

Padahal, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa tersebut memiliki cukup banyak alasan untuk membuat wisatawan tinggal lebih lama. Dalam beberapa hari, perjalanan dapat berubah dari kawasan vulkanik menuju hutan trembesi, savana, perkebunan, desa adat, pantai, hingga dunia bawah laut di perairan antara Banyuwangi dan Bali Barat.

Peluang itu semakin terbuka seiring meningkatnya jumlah kunjungan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencatat wisatawan nusantara bertambah dari 3,28 juta orang pada 2024 menjadi 3,50 juta orang pada 2025. Pada periode yang sama, jumlah wisatawan mancanegara meningkat dari sekitar 122.900 menjadi hampir 167.000 orang.

Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa Banyuwangi semakin dikenal sebagai tujuan wisata. Tantangannya kini bukan hanya menarik orang datang, tetapi juga membuat mereka menjelajahi lebih banyak tempat dan memperpanjang lama tinggal.

Lanskap yang Berubah dalam Satu Perjalanan Kawah Ijen masih menjadi magnet utama Banyuwangi. Destinasi ini dikenal dengan blue fire, fenomena yang terjadi ketika gas belerang bersuhu tinggi keluar dari celah kawah lalu terbakar saat bersentuhan dengan oksigen.

Pendakian biasanya dimulai saat hari masih gelap. Setelah menyaksikan api biru, wisatawan menunggu cahaya pagi membuka pemandangan danau kawah berwarna hijau kebiruan serta dinding vulkanik di sekelilingnya. Kawasan Ijen juga menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark sejak 2023.

Beberapa jam perjalanan dari kawasan pegunungan, suasananya sudah berubah.
De Djawatan menghadirkan deretan pohon trembesi berukuran besar yang membentuk kanopi alami. Akar dan cabang yang menjuntai memberi kawasan ini suasana menyerupai hutan dalam film fantasi.

Di Taman Nasional Baluran, pemandangan berganti menjadi hamparan Savana Bekol dengan Gunung Baluran di kejauhan. Kawasan ini juga memiliki hutan evergreen, Pantai Bama, dan mangrove yang menjadi habitat berbagai satwa liar.

Pilihan lain terdapat di Perkebunan Kalibendo, yang dapat dijelajahi menggunakan kendaraan 4WD melewati kawasan kopi, cengkeh, dan karet. Menjelang sore, perjalanan dapat diteruskan ke perbukitan Kawah Wurung untuk menikmati matahari terbenam.

Dalam satu hari, lanskap Banyuwangi dapat berubah dari perkebunan yang sejuk menjadi perbukitan terbuka tempat cahaya sore jatuh di atas padang rumput.
Budaya Osing yang Tetap Hidup
Di antara perjalanan alam, Desa Adat Osing Kemiren menawarkan pengalaman berbeda. Wisatawan datang bukan hanya untuk melihat rumah tradisional, tetapi juga mengenal kehidupan masyarakat Osing yang masih mempertahankan budaya dan kebiasaannya.

Pengunjung dapat menikmati kopi yang diolah secara tradisional, mencicipi makanan lokal, melihat pertunjukan seni, atau berinteraksi langsung dengan warga. Pada waktu tertentu, desa ini menjadi lokasi berbagai agenda budaya, seperti Ngopi Sepuluh Ewu, Tumpeng Sewu, dan Barong Ider Bumi.

Kemiren menunjukkan bahwa budaya tidak harus hadir sebagai pertunjukan yang terpisah dari kehidupan sehari-hari. Tradisi tetap berlangsung di rumah, dapur, ruang pertemuan warga, dan berbagai kegiatan yang diwariskan lintas generasi.

Ketapang Membuka Jalur Wisata Bahari
Posisi Banyuwangi di tepi Selat Bali membuka peluang wisata bahari yang belum selalu masuk dalam rencana perjalanan wisatawan.

Dari kawasan Ketapang, perjalanan laut dapat diarahkan menuju Pulau Tabuhan, Pulau Menjangan, dan perairan Taman Nasional Bali Barat. Pilihan ini memungkinkan wisatawan menggabungkan perjalanan ke pegunungan, desa adat, dan bawah laut dalam satu kunjungan.

Pulau Tabuhan menawarkan pantai berpasir putih dan perairan jernih. Sementara itu, Pulau Menjangan dikenal dengan dinding karang yang turun dari perairan dangkal menuju laut lebih dalam.
Di antara terumbu karang dan kipas laut, penyelam dapat menjumpai gerombolan jackfish dan fusilier, batfish, penyu, belut moray, lionfish, serta nudibranch. Pada kondisi tertentu, barracuda, pari, dan hiu karang juga dapat terlihat, meski perjumpaan tetap bergantung pada musim dan keadaan laut.

Potensi tersebut mulai dimanfaatkan oleh pelaku wisata di kawasan Ketapang melalui paket perjalanan yang menghubungkan destinasi darat, budaya, dan aktivitas bahari. Salah satunya adalah Ketapang Indah Hotel, yang berada di tepi Selat Bali dan memiliki akses menuju sejumlah titik keberangkatan wisata laut.
“Banyak tamu awalnya datang ke Banyuwangi hanya untuk melihat Kawah Ijen. Setelah kami bantu menyusun itinerary, mereka baru menyadari masih banyak destinasi lain yang layak dijelajahi.

Setiap kawasan menawarkan pengalaman yang berbeda, sehingga Banyuwangi sebenarnya bisa dinikmati selama beberapa hari,” ujar Veronica, pemilik Ketapang Indah Hotel.

Menurut Veronica, wisatawan kini cenderung mencari perjalanan yang lebih mudah direncanakan dan tidak terputus-putus. Karena itu, keterhubungan antara destinasi, akomodasi, transportasi, dan operator wisata menjadi semakin penting.
Pendekatan tersebut tidak berarti hotel harus menjadi pusat perjalanan. Perannya lebih sebagai penghubung agar wisatawan dapat mengakses beberapa jenis pengalaman tanpa harus menyusun seluruh kebutuhan secara terpisah.

Ketapang Indah Hotel, misalnya, menawarkan perjalanan menuju destinasi darat seperti De Djawatan, Baluran, Kemiren, Kalibendo, dan Kawah Wurung, kemudian melanjutkannya dengan aktivitas bahari menuju Tabuhan dan Menjangan. Rangkaian tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku akomodasi dapat membantu wisatawan menjelajahi Banyuwangi dengan waktu yang lebih efisien.

Menginap, Menikmati Sunrise, dan Mengenal Cita Rasa Lokal
Pengalaman wisata Banyuwangi tidak berhenti ketika pengunjung kembali dari gunung, desa, atau laut. Akomodasi, suasana pesisir, dan makanan lokal ikut membentuk kesan perjalanan.

Berada tepat di tepi pantai, Ketapang Indah Hotel menawarkan pemandangan Selat Bali dan suasana taman tropis. Dari area pantai hotel, tamu dapat menyaksikan matahari terbit pada pagi hari, salah satu pengalaman yang lekat dengan julukan Banyuwangi sebagai The Sunrise of Java.

Kehadiran akomodasi yang bersih, rapi, dan terawat menjadi penting bagi wisatawan yang menjalani perjalanan padat. Pelayanan yang responsif juga membantu, terutama ketika tamu harus berangkat dini hari menuju Ijen atau menyiapkan aktivitas bahari.

Kuliner menjadi bagian lain yang memperkuat pengalaman daerah. Rujak soto mempertemukan bumbu kacang yang manis-pedas dengan kuah soto hangat. Pecel pithik memadukan ayam dengan kelapa parut berbumbu dan erat dengan tradisi masyarakat Osing. Sementara itu, ayam gobyos dikenal melalui rasa pedasnya.

Sejumlah menu lokal tersebut juga disajikan di Ketapang Indah Hotel, bersama ayam betutu yang mencerminkan kedekatan geografis dan pertukaran cita rasa antara Banyuwangi dan Bali.
Bagi wisatawan, makanan lokal memberi cara lain untuk mengenal suatu tempat. Perjalanan tidak hanya tersimpan melalui foto-foto destinasi, tetapi juga melalui rasa yang melekat setelah kunjungan berakhir.

Pada periode tertentu, tamu Ketapang Indah Hotel juga dapat mengikuti kegiatan pelepasan tukik di kawasan pantai hotel. Aktivitas tersebut memperkenalkan wisatawan pada upaya menjaga kehidupan dan ekosistem pesisir, sekaligus memberi dimensi edukasi pada pengalaman menginap.

Banyuwangi memang masih memiliki Kawah Ijen sebagai ikon terkuat. Namun, perkembangan pariwisatanya menunjukkan bahwa daerah ini menawarkan cerita yang lebih panjang daripada satu pendakian untuk menyaksikan blue fire.

Hutan, savana, perkebunan, budaya Osing, kuliner lokal, dan akses menuju dunia bawah laut memberi wisatawan lebih banyak alasan untuk tinggal. Ke depan, keberhasilan pariwisata Banyuwangi tidak hanya ditentukan oleh jumlah orang yang datang, tetapi juga oleh kemampuan destinasi dan pelaku industri menghubungkan berbagai pengalaman tersebut secara nyaman dan bertanggung jawab. 


Artikel ini telah tayang di 
Sindo Jakarta 

Editor : Qurrota A'yun 


Tuesday, July 14, 2026

July 14, 2026

Pengesahan RUU Perampasan Aset Diharapkan Perkuat Pemberantasan Korupsi


Jakarta – Desakan agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kembali menguat.
Regulasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemberantasan tindak pidana korupsi, khususnya dalam mengembalikan kerugian negara melalui penyitaan aset hasil kejahatan.

RUU Perampasan Aset diharapkan dapat memberikan dasar hukum yang lebih kuat bagi aparat penegak hukum untuk menyita aset yang diduga berasal dari tindak pidana, termasuk korupsi. Dengan adanya regulasi tersebut, proses pemulihan aset negara dinilai akan menjadi lebih efektif dan memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi.

Sejumlah pihak menilai bahwa selama ini penindakan terhadap pelaku korupsi belum sepenuhnya mampu memiskinkan koruptor karena masih terdapat aset hasil kejahatan yang belum dapat dirampas secara optimal. Oleh sebab itu, pengesahan RUU Perampasan Aset dianggap sebagai kebutuhan mendesak dalam memperkuat sistem hukum nasional.

Selain mendukung penegakan hukum, keberadaan aturan ini juga diyakini mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam memberantas korupsi. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset sitaan pun diharapkan menjadi perhatian utama dalam implementasinya.

Meski demikian, pembahasan RUU Perampasan Aset masih memerlukan kesepakatan antara pemerintah dan DPR agar substansi aturan tetap menjamin kepastian hukum, perlindungan hak asasi manusia, serta tidak menimbulkan penyalahgunaan kewenangan.

Publik kini menantikan langkah konkret DPR untuk segera menuntaskan pembahasan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai salah satu instrumen penting dalam memperkuat pemberantasan korupsi dan memulihkan kerugian negara.


Artikel ini telah tayang di
Sindo Jakarta.Com

Editor : Qurrota A'yun 


Thursday, July 2, 2026

July 02, 2026

Musim Masuk Sekolah Tiba, Orang Tua Lebih Selektif Memilih Sepatu yang Nyaman dan Awet


Jakarta – Memasuki periode tahun ajaran baru, permintaan perlengkapan sekolah, khususnya sepatu, kembali mengalami peningkatan. Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, kini banyak orang tua tidak lagi hanya mempertimbangkan harga saat memilih sepatu sekolah, tetapi juga kenyamanan, daya tahan, serta kualitas material yang mampu menunjang aktivitas anak sepanjang hari.

Momen kembali ke sekolah menjadi salah satu periode belanja terbesar bagi keluarga Indonesia. Sepatu menjadi kebutuhan utama karena digunakan hampir setiap hari, mulai dari kegiatan belajar di kelas hingga aktivitas luar ruangan. Karena itu, orang tua semakin selektif dalam memilih produk yang tidak hanya nyaman dipakai, tetapi juga awet sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Brand Manager Carvil, Patricia Andika, melihat adanya perubahan perilaku konsumen tersebut.

"Orang tua saat ini semakin cermat dalam memilih sepatu sekolah. Mereka tidak hanya mencari desain yang menarik atau harga yang terjangkau, tetapi juga memastikan sepatu memiliki kenyamanan yang baik dan daya tahan yang mampu mengikuti aktivitas anak yang sangat aktif setiap hari," ujar Patricia.

Menurutnya, kenyamanan menjadi faktor penting karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah.

Material yang ringan, sirkulasi udara yang baik, serta sol yang nyaman menjadi beberapa aspek yang kini semakin diperhatikan oleh para orang tua.

Selain itu, daya tahan juga menjadi pertimbangan utama. Sepatu yang berkualitas dinilai lebih ekonomis dalam jangka panjang karena tidak perlu sering diganti akibat kerusakan selama masa pemakaian.

Melihat kebutuhan tersebut, Carvil terus menghadirkan koleksi sepatu sekolah yang dirancang untuk mendukung aktivitas anak dengan mengutamakan kualitas material, kenyamanan saat digunakan, serta desain yang tetap mengikuti kebutuhan anak sekolah.

"Kami memahami bahwa sepatu sekolah bukan sekadar pelengkap seragam, tetapi menjadi bagian penting yang mendukung aktivitas dan kenyamanan anak setiap hari. Karena itu, kami terus menghadirkan produk yang menggabungkan kualitas, kenyamanan, dan ketahanan agar dapat menjadi pilihan keluarga Indonesia," tambah Patricia.

Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang tahun ajaran baru, Carvil optimistis tren permintaan sepatu sekolah akan terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya memilih produk yang memberikan nilai lebih bagi kenyamanan dan mobilitas anak.


Artikel ini telah tayang di 
Sindo Jakarta 


Monday, June 29, 2026

June 29, 2026

100 Anak Sookses School Grogol Ikuti Edukasi Lingkungan Bersama Pruf Ritz


Jakarta, Juni 2026 – Sebanyak sekitar 100 siswa Sookses School di Grogol, Jakarta Barat, mengikuti kegiatan edukasi lingkungan dan pengurangan food waste yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara Pruf Ritz Communications Hub dan Surplus Community. Kegiatan yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah tersebut menghadirkan pembelajaran interaktif mengenai pemilahan sampah, kepedulian lingkungan, serta pentingnya mengurangi pemborosan pangan sejak usia dini.

Acara diawali dengan sesi edukasi mengenai dampak limbah makanan terhadap lingkungan yang dibawakan oleh tim Surplus Community, dilanjutkan dengan pembelajaran mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik di rumah. Untuk membuat proses belajar lebih menyenangkan, para siswa diajak mengikuti berbagai permainan edukatif dan aktivitas kelompok lewat gambar berwarna yang mendorong mereka berpikir kritis sekaligus berani menyampaikan pendapat. 

Founder Pruf Ritz, Alfawzia Nurrahmi, menjelaskan bahwa pendidikan sejati tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik dan keterampilan kerja, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian terhadap sesama. “Pendidikan juga tentang membangun empati, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa kita hidup berdampingan dengan sesama manusia, hewan, dan lingkungan. Karena itulah kami memilih menghadirkan kegiatan yang dapat menanamkan kepekaan tersebut sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi momen spesial bagi Alfawzia yang memilih merayakan pertambahan usianya bersama para siswa Sookses School dan juga tim Pruf Ritz di Jakarta dan Surplus Community. Setelah sesi edukasi dan permainan selesai, seluruh peserta menikmati makan siang bersama berupa nasi kuning, kue ulang tahun, aneka jajanan tradisional Indonesia, serta jus buah dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. “Senang ikutan games memilah sampah dengan kakak-kakak volunteer yang baik dan cantik,” ujar Kila, 7 tahun, salah satu siswi Sookses School. “Sering-sering main ke sini, ya, Kak.”

Founder Surplus Indonesia, Muhammad Agung Saputra, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas komunitas seperti ini memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda sejak dini.

"Kegiatan yang digagas oleh Pruf Ritz menjadi pengalaman yang hangat dan penuh makna. Sebagai komunitas yang berfokus pada edukasi pangan berlebih, Surplus Community turut hadir untuk mendampingi adik-adik belajar melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, termasuk dengan kehadiran Gerobak JuLing (Juicible Keliling) di sekolah-sekolah. Kami berharap dapat terus konsisten menghadirkan program edukatif yang bermanfaat dan menjangkau lebih banyak anak," tambah Zuleika Almira, Brand Store Manager Surplus Indonesia.

Sementara itu, Pendiri Sookses School yang juga berprofesi sebagai Praktisi Digital Marketing, Dewa Klasik Alexander, mengungkapkan rasa syukurnya: “Terima kasih atas kebaikan hati dan kunjungannya di Sookses School. Percayalah, apa yang telah dilakukan oleh teman-teman Pruf Ritz dan Surplus pada hari ini akan membekas di kenangan dan hati siswa-siswi kami. Akan ada dari mereka yang mengingat nilai-nilai kebaikan yang sudah diajarkan, membawanya dalam keseharian hingga kelak dewasa, bahkan menyampaikannya kepada orang lain. Nilai kebaikan kalian akan terus tumbuh."

Sookses School sendiri merupakan sekolah nirlaba yang didirikan oleh Dewa untuk menyediakan akses pendidikan yang terjangkau bagi anak-anak duafa dan yatim di Jakarta Barat melalui pendekatan learning through play. Setelah sempat menghadapi berbagai tantangan, sekolah ini kembali aktif sejak tahun 2021 dan terus melayani anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan yang lebih baik.

Bagi Pruf Ritz, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan nilai-nilai sosial di masyarakat. Selain bergerak di bidang layanan bahasa dan komunikasi profesional, Pruf Ritz secara aktif mengembangkan program pelatihan, magang, pengembangan keterampilan kerja, kolaborasi kampus-industri, serta berbagai kegiatan sosial yang melibatkan mahasiswa, profesional, hingga komunitas bisnis terkemuka di Indonesia hingga mancanegara.

Melalui kolaborasi bersama Sookses School dan Surplus Indonesia, Pruf Ritz berharap semakin banyak pihak dari kalangan bisnis, pendidikan, komunitas, maupun masyarakat umum yang terlibat dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui pendidikan, kepedulian lingkungan, dan aksi nyata yang dimulai dari langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang Pruf Ritz Communications Hub
Dirintis pada 2011 dan berdiri secara resmi pada 2017, Pruf Ritz Communications Hub merupakan perusahaan penyedia layanan bahasa, komunikasi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia dengan perwakilan di Jakarta dan Surabaya. Dengan jaringan mitra nasional dan internasional, Pruf Ritz melayani kebutuhan penerjemahan tersumpah, penerjemahan profesional, interpreting, proofreading, copywriting, subtitling, pelatihan bahasa, dan berbagai solusi komunikasi lintas budaya dalam lebih dari 30 pasang bahasa yang mendukung komunikasi dan kolaborasi lintas budaya bagi individu, institusi, organisasi, dan perusahaan.


Artikel ini telah tayang di
Sindo Jakarta 

Editor : Qurrota A'yun 


Thursday, March 19, 2026

March 19, 2026

Tokio Marine Group Kirim Bantuan Melalui PMI


Sindo Jakarta - Donasi dari Tokio Marine Holdings dan Tokio Marine Nichido Fire Insurance diserahkan melalui kolaborasi dengan Tokio Marine Indonesia dan Nippon Koei sebagai bentuk kepedulian nyata bagi masyarakat terdampak bencana.

Jakarta, 11 Maret 2026 - Tokio Marine Group melalui Tokio Marine Holdings dan Tokio Marine Nichido Fire Insurance menyalurkan donasi kemanusiaan senilai USD 50,000 kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatera beberapa waktu lalu.

Penyerahan donasi secara simbolis dilakukan pada 11 Maret 2026 di Kantor Pusat PMI dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum PMI H. M. Jusuf Kalla; Sekretaris Jenderal PMI A. M.Fachir; dan jajaran pengurus PMI, serta perwakilan dari Tokio Marine Indonesia, yaitu Cahyo Adi selaku Compliance, RM, and HRGA Director; Shiro Ipposhi selaku Managing Director PT Asuransi Tokio Marine Indonesia; dan Nicholas Felix selaku Executive Officer Nippon Koei.

Dalam kesempatan tersebut, PMI menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi Tokio Marine Indonesia dalam mendukung upaya kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.

Bencana alam tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga membawa tantangan besar bagi banyak keluarga yang terdampak. Melalui bantuan ini, Tokio Marine Group berharap dapat ikut meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan yang sedang berjalan.

"Bagi kami, kehadiran perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari dampak positif yang dapat diberikan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap bantuan yang disalurkan dapat memberi arti bagi masyarakat terdampak dan mencerminkan semangat
kebersamaan untuk hadir membantu saat dibutuhkan."

Cahyo Adi, Compliance, RM, and HRGA Director, PT Asuransi Tokio Marine Indonesia Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam memperkuat upaya kemanusiaan
bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Kami menyambut baik dukungan dari Tokio Marine Group. Bantuan seperti ini sangat berarti dalam memperkuat upaya kemanusiaan dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit
akibat bencana. Kami juga menyampaikan terima kasih untuk komitmen kepedulian Tokio Marine yang telah terjalin bersama PMI sejak 2010 melalui berbagai donasi kemanusiaan."

Jusuf Kalla, Ketua Umum Palang Merah Indonesia Sejak 2010, Tokio Marine Group dan Palang Merah Indonesia (PMI) telah membangun kolaborasi kemanusiaan yang berkelanjutan melalui berbagai donasi untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Indonesia.

Dukungan ini menjadi wujud kepedulian yang terus dijaga dari waktu ke waktu,
sekaligus menegaskan komitmen Tokio Marine untuk selalu hadir di sisi masyarakat, bukan hanya melalui
perlindungan asuransi, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberi arti di saat yang paling dibutuhkan.

Seperti disampaikan oleh H. M. Jusuf Kalla, kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga kemanusiaan memiliki peran penting dalam memperkuat dukungan bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

Komitmen tersebut juga tercermin dalam kebersamaan PT Asuransi Tokio Marine Indonesia dan Nippon Koei sebagai bagian dari grup yang sama di bawah Tokio Marine Holdings. Dengan semangat yang sejalan, keduanya percaya bahwa kontribusi terhadap upaya mitigasi bencana merupakan bagian penting dari
tanggung jawab bersama untuk membantu memperkuat ketahanan masyarakat dan mendukung proses
pemulihan yang berkelanjutan.

Tokio Marine Indonesia juga menyampaikan penghargaan yang tulus kepada PMI atas dedikasi, kepedulian,
dan kerja nyatanya dalam menjalankan misi kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia. Bagi Tokio Marine,
perlindungan bukan semata soal layanan, tetapi juga tentang bagaimana dapat terus memberi manfaat dan menghadirkan dampak yang berarti bagi kehidupan masyarakat.

Tentang PT Asuransi Tokio Marine Indonesia PT Asuransi Tokio Marine Indonesia adalah perusahaan asuransi umum yang merupakan bagian dari Tokio
Marine Holdings, dan merupakan perusahaan patungan antara Tokio Marine Asia Pte. Ltd. dan PT Asuransi Jasa Indonesia, yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 1975.

Dengan dukungan finansial yang solid dan peringkat A- (Excellent) dari A.M. Best, Tokio Marine Indonesia terus berkomitmen menghadirkan perlindungan yang relevan bagi masyarakat serta berkontribusi melalui berbagai inisiatif sosial dan kemanusiaan di Indonesia.

Monday, March 9, 2026

March 09, 2026

Kasus Dugaan Penjualan Aset PTPN, Saksi Tegaskan Tidak Ada Aturan Batas Waktu Penyerahan Lahan





MEDAN – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi penjualan aset PTPN kepada
pihak Ciputra Land kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (6/3/2026), dengan menghadirkan enam orang saksi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Para saksi tersebut, antara lain adalah Joko Satrianto Wibowo, Anugerah Satriowibowo, dan Galuh Aji Niracanti.

Dalam persidangan, para saksi menjelaskan bahwa proses pengajuan perubahan status lahan dari Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) dilakukan melalui proses administrasi yang cukup panjang.

Joko Satrianto menjelaskan, proses tersebut diawali dengan pengajuan permohonan yang kemudian diproses di tingkat kementerian sebelum diterbitkan keputusan.

"Perubahan hak HGU menjadi HGB itu surat permohonan 22 Juli 2022 kemudian oleh Kementerian ATR/BN itu SK terbit pada 2023. Pengajuan peralihan hak guna
bangunan menjadi hak guna bangunan izin pelepasan HGU PTPN kepada NDP, itu
dari direktorat, kemudian dikirim kepada kantor pertanahan," kata Joko.

Ia juga membenarkan adanya sejumlah pertemuan yang dilakukan antara PTPN, anak usaha PTPN, yakni PT Nusa Dua Propertindo (NDP), serta pihak kementerian untuk membahas proses perubahan hak serta kewajiban penyerahan lahan sebesar 20 persen kepada negara.

Namun demikian, menurut Joko, hingga kini mekanisme teknis pelaksanaan
kewajiban tersebut masih menunggu kejelasan lebih lanjut.

"Dari kawasan dibangun, kemudian izin hanya HGB, apakah bisa ditingkatkan menjadi SHM. Kalau soal status tanah HGB ini, memang harus diselesaikan dulu mengenai penyerahan 20 persen. Sebab ini adalah BUMN, maka nanti akan dibahas seperti apa mekanismenya," kata Joko.

Saksi lainnya, Anugerah Satriowibowo menyampaikan, pembahasan mengenai
kewajiban penyerahan lahan 20 persen telah dilakukan melalui beberapa kali rapat
antara para pihak.

"Ada rapat rapat NDP dan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian BUMN. Ada 4 kali, pasca terbitnya SK ini. Kaitannya status karena NDP anak usaha BUMN, ada klausul kalau dia merupakan BUMN harus mengikuti aturan di BUMN. Pernah ada dibahas mengenai ketentuan penyerahan 20 persen," kata Anugerah.

Menurut Anugerah, hingga saat ini belum terdapat ketentuan teknis yang mengatur
secara rinci pelaksanaan penyerahan kewajiban tersebut. "Batas waktu penyerahan tidak ada. Untuk pelaksanaan dan kewenangannya seperti apa, itu bukan kewenangan kami, melainkan harus berdasarkan Kementerian BUMN," kata Anugerah.

Sementara itu, Galuh Aji Niracanti juga menjelaskan bahwa dalam Surat Keputusan yang diterbitkan kementerian memang memuat ketentuan mengenai kewajiban penyerahan lahan sebesar 20 persen kepada negara. Namun, ketentuan tersebut tidak secara spesifik mengatur batas waktu pelaksanaannya.

"Dalam SK Kementerian yang diterbitkan, penerima hak atau kewajiban 20 persen itu
bisa diterbitkan setelah perubahan HGB," kata Galuh.

Ia juga mengakui bahwa sejak awal pihak PTPN maupun PT NDP telah berupaya
mencari kepastian mekanisme pelaksanaan kewajiban tersebut.

"Kendalanya masalah status, karena itu yang menyerahkan milik BUMN, kemudian
belum ada juknisnya bagaimana penyerahan 20 persen itu. Dan PTPN pro aktif bertanya soal bagaimana penyerahan lahan 20 persen itu," kata Galuh.

Sementara itu, kuasa hukum Irwan Perangin-angin, Ahmad Firdaus Syahrul,
menyampaikan bahwa dalam persidangan para saksi juga menerangkan mengenai
proses administrasi permohonan HGB yang diajukan oleh PT NDP.

Firdaus menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan para saksi, persyaratan formil pengajuan HGB telah dipenuhi. Ia juga menjelaskan bahwa kewajiban penyerahan 20 persen lahan kepada negara memang tercantum dalam Surat Keputusan, tetapi pelaksanaannya tidak memiliki batas waktu yang ditentukan dalam regulasi.

“Pelaksanaan kewajiban tersebut masih menunggu kepastian mekanisme dari
kementerian terkait, mengingat status lahan berasal dari aset BUMN,” ujar Firdaus.

Firdaus juga menambahkan bahwa permohonan HGB yang diajukan oleh PT NDP menggunakan skema pemberian hak. Dalam skema tersebut, tanah yang sebelumnya merupakan tanah negara diberikan haknya kepada pemohon melalui proses administrasi pertanahan setelah dilakukan pelepasan hak oleh pihak sebelumnya.

Selain itu, kewajiban penyerahan 20 persen lahan kepada negara muncul sebagai konsekuensi dari perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sebagaimana diatur dalam Permen ATR/BPN Nomor 18 Tahun 2021.

Meski demikian, Firdaus menegaskan bahwa kewajiban tersebut bukan merupakan syarat mutlak yang apabila belum dipenuhi akan menyebabkan permohonan HGB menjadi batal.


Artikel ini telah tayang di 
Sindo Jakarta.Com

Tuesday, December 23, 2025

December 23, 2025

Dilantik di Kementerian Pertahanan RI, Gerbang Indonesia Perkokoh Semangat Bela Negara demi Indonesia Maju




Sindo Jakarta.Com - Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia masa bakti 2025 – 2030 dilantik di Aula Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (19/12/25).

“Teguh Bela Negara Untuk Indonesia Maju”
Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025 — Bertepatan dengan Hari Bela Negara, Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia resmi dilantik di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Pelantikan ini menandai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara elemen masyarakat sipil dan pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, dalam menumbuhkan semangat bela negara, Nasionalisme dan pembangunan nasional. Pelantikan Gerbang Indonesia menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperluas gerakan bela negara yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kontribusi nyata bagi ketahanan nasional, persatuan bangsa, serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia mengusung visi sebagai gerakan nasional yang berperan aktif dalam menumbuhkan semangat bela negara dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Melalui penguatan nilai kebangsaan, kolaborasi strategis dengan pemerintah dan pemangku kepentingan, serta keterlibatan aktif masyarakat dan Mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam program bela negara yang adaptif terhadap tantangan zaman generasi muda, organisasi ini berkomitmen mendukung ketahanan nasional dan pembangunan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan.

Sebagai simbol pengukuhan kepemimpinan dan komitmen organisasi dalam menguatkan nilai-nilai bela negara di Indonesia. Dalam pelantikan tersebut, Laksma TNI (Purn.) Dr. H. M. Faisal Manaf, S.E., M.M.,MCDO resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional GBN MI, bersama jajaran pengurus lainnya yang akan menjalankan program organisasi secara terstruktur dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun provinsi. Prosesi pelantikan dilakukan oleh Laksamana TNI (Purn.) Sumardjono selaku Ketua Dewan Pembina Gerbang Indonesia, dengan turut melantik M. Hanif Adriansyah, S.E., M.M Sebagai Sekretaris Jenderal dan Ida Laniari, S.E Sebagai Bendahara Umum.

Dalam struktur kepengurusan nasional, Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia dibawah Komando Bapak Faisal Manaf diharapkan mampu menjadi wadah strategis yang menjembatani nilai-nilai bela negara dengan peran aktif masyarakat dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan awal dari perjuangan dan gerakan kolektif yang berkelanjutan. Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia hadir sebagai mitra strategis Kementerian Pertahanan RI untuk memperkuat kesadaran bela negara melalui aksi nyata, kolaborasi lintas sektor, dan pembangunan karakter kebangsaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui sinergi dengan Kementerian Pertahanan RI, Ormas Gerbang Indonesia akan fokus pada program-program edukasi bela negara, penguatan wawasan kebangsaan, pemberdayaan pemuda, serta kontribusi sosial yang selaras dengan agenda pembangunan nasional.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mengokohkan peran masyarakat sebagai bagian integral dari sistem pertahanan negara, sekaligus mempertegas bahwa bela negara adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) menyambut baik kehadiran dan terbentuknya Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia sebagai inisiatif yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam menumbuhkan kesadaran bela negara di seluruh lapisan masyarakat. Ditjen Potensi Pertahanan dan Keamanan menilai bahwa GBN MI atau yang disebut Gerbang Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung sistem pertahanan negara yang bersifat semesta.